Harga Bekas Ikut Menentukan Pilihan Motor Baru?

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari sahabat saya sendiri (yang gak mau disebutkan namanya karena karakter low profile) dimana pada akhir tahun 2018 lalu membeli sepeda motor Yamaha R15 VVA warna hitam, tapi baru saya tulis sekarang karena tergelitik memantau harga bekas alias secondhand motor sport yang kabarnya anjlok dipasaran.

Sebagai blogger yang mencoba netral, tentu saja saya memberikan 3 pilihan merek dan tipe motor sport fairing pabrikan Jepang. Yaitu Suzuki GSX-R 150, Honda CBR150R dan Yamaha R15 VVA. Sebelum saya memberikan pilihan lebih detail, kepadanya saya arahkan untuk membaca artikel saya yang pernah saya buat tentang ketiga motor tersebut (klik disini).

Akhirnya sahabat saya tersebut melanjutkan untuk lebih intens bertanya tentang Yamaha R15 VVA, dengan alasan selain dia juga telah mencari reviewnya dari media otomotif lainnya dan YouTube, ternyata dia juga suka banget dengan desain Superbike Yamaha YZF R1. Masih menurutnya lagi dengan kemampuan yang dimilikinya sekarang, R15 VVA masih sanggup meredam cita-citanya untuk memiliki moge 1000cc tersebut. Saya doakan semoga dilancarkan rezekinya agar segera memiliki Yamaha YZF R1, siapa tau bisa pinjem ya kan? Haha

Lanjut ke bagian paling riskan saat dia bertanya berapa harga pasaran motor sport fairing kalau suatu saat ingin dijual? Nahh..jawabannya akan saya coba ulas lebih mendalam dan semoga tidak menyinggung salah satu pihak.

MOTOR BUKAN PILIHAN UTAMA INVESTASI

Fungsi utama sepeda motor tentunya sebagai alat transportasi, namun pabrikan sekarang memberikan berbagai pilihan tipe berdasarkan dengan peruntukan atau kebutuhan konsumennya. Mulai dari gaya berkendara, pilihan komunitas hingga pecinta kecepatan bisa menentukan motor mana yang pantas kamu beli. Semakin ketatnya persaingan industri otomotif sepeda motor roda dua membuat masing-masing pabrikan semakin agresif dan inovatif, salah satu cara adalah mengeluarkan produk baru. Hal tersebut membuat life-circle motor menjadi lebih pendek, dalam 2 hingga 3 tahun suatu tipe motor akan diremajakan, diberi penyegaran atau lebih lazim dengan istilah facelift. Dari minor bahkan major-facelift alias perubahan besar, bisakah anda berimajinasi dampaknya?

Ketika kredit motormu yang selama ini menjadi salah satu motor incaran (mungkin karena desain, mesin dan desainnya yang superior) baru selesai dalam tenor 2-3 tahun dan segera ingin menjualnya, tiba-tiba keluar lagi versi terbarunya dan membuat desain motormu tertinggal dari model terbaru. Kira-kira apakah akan berpengaruh dengan harga jual bekasnya? Apakah masih membeli motor baru dengan tujuan investasi? Sekali lagi saya katakan motor itu sebagai moda transportasi, motor juga sebagai alat penunjang untuk berkumpul dengan komunitas yang sesuai dengan ideologimu atau bisa juga pemuas dari hasrat atau hobi. Rumah/properti, emas dan tanah sepertinya lebih tepat sebagai bahan investasi. Karena, harganya cenderung terus naik dan semakin mahal.

HARGA JUAL KITA YANG TENTUKAN

Sebelum melanjutkan, saya ingatkan bagian ini akan semakin frontal dan bisa menyakitkan mata bila dibaca. Kesalahan ini hampir dilakukan oleh semua konsumen yang membeli motor baru yang menyepelekan buku servis garansi. Servis atau mengganti sparepart tidak di bengkel resmi padahal onderdil asli selain membikin motor lebih awet juga lebih menjamin kualitas dan garansinya. Parahnya lagi kebanyakan konsumen yang datang ke bengkel resmi namun bukunya tidak dibawa, padahal hal sepele ini bisa menentukan harga bekasnya nanti.

Pengalaman pribadi saya sendiri tidak pernah kesusahan dalam menjual sepeda motor dengan harga tinggi, karena saya usahakan motor dalam keadaan standar pabrikan sebelum menjualnya. Dan calon pembeli melihat riwayat perawatan dan pergantian sparepart motor saya yang selalu memakai onderdil asli di bengkel resmi. Dan saya selalu mencari pembelinya langsung tanpa perantara atau ke dealer motor bekas, agak lama sih jadinya, tapi lebih puas hasilnya. Kecuali kalau kamu memang lagi butuh uang mendadak, semua tulisan saya bisa saja dimentahkan.

Jangan berpatokan harga pasaran karena, harga pasaran cenderung dipengaruhi pedagang motor bekas. Pedagang motor bekas memikirkan perputaran uang modal, dimana lebih suka membeli motor yang lebih cepat laku kalau dijual lagi atau yang lebih banyak peminatnya. Padahal kalau dipikir semakin banyak peminat, maka akan semakin banyak pula stok barangnya. Kok bisa? Ya karena semakin banyak yang beli motor barunya, akhirnya nanti stok motor sekennya juga makin banyak dong, betul gak?

Bagaimana dengan motor sport fairing yang semakin kalah jumlahnya di jalanan oleh motor skuter matic? Seharusnya ini membuat kamu semakin percaya diri karena semakin membuatmu tidak pasaran. Tentu harus pede dong sob! motor mahal, desainnya keren, gayanya sporty macam moge apalagi kalau pakai safety gear lengkap, jok belakang nungging yang memaksa gebetan kamu harus memegang pinggang kalau gak mau terjengkang dari motor (hindari bonceng cowok) wkwk.

Masih mikir soal harga jual lagi? Sudah liat harga seken moge? Sakit sob! Selisih harganya ratusan juta, lah kamu baru puluhan juta udah panik! Jangan diambil hati ya, saya juga orang missqueen di flowering country +62 😂

See you

Tinggalkan Balasan