Jangan Salah Kaprah, Kenali Fitur Lampu Hazard dan Fungsinya

Lampu hazard yang dulunya lebih dikenal secara umum di roda empat, kini fitur ini juga sudah dimiliki motor baru keluaran pabrik. Pemakaian lampu hazard di sepeda motor yang dulunya didapatkan bikers dengan cara memodifikasi, kini bawaan lahir dari pabrik sudah memberikan fitur lampu hazard ini sebagai kebutuhan dan gaya hidup yang dulunya hanya dijumpai kebanyakan dari anggota klub atau komunitas. Jadi, daripada itulah ketertarikan Lamik Gemini mengajak sobat untuk mengenal dan memahami kegunaan lampu hazard agar jangan sampai salah kaprah. Tulisan ini bersumber dari facebook Humas Polri (klik disini) dan situs wikipedia.org (klik disini).

PENGERTIAN LAMPU HAZARD

Lampu hazard atau biasa disebut dengan lampu tanda darurat adalah mode fungsi lampu eksternal pada mayoritas kendaraan bermotor yang dapat diaktifkan untuk membuat lampu sein kiri dan kanan berkedip secara bersamaan yang mengindikasikan bahwa adanya hal darurat atau pemberitahuan untuk berhati-hati kepada pengemudi-pengemudi lain di jalan.

Penggunaan lampu darurat atau yang lebih lazim disebut lampu hazard tertulis dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan ;

“Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan”.

Ditambahkan keterangan bahwa yang dimaksud dengan “isyarat lain” bisa menggunakan lampu darurat atau senter. Sedangkan yang dimaksud dengan “kendaraan darurat” adalah kendaraan yang sedang dalam keadaan mogok, kecelakaan atau mengganti ban.

FUNGSI LAMPU HAZARD

  • Digunakan ketika kendaraan mengalami malfungsi yang menyebabkan kendaraan berjalan lebih lambat dari arus gerak lalu lintas normal atau bahkan berhenti.
  • Digunakan untuk memberitahu kendaraan di belakang/sekitar akan gangguan yang terjadi pada jalan di depan/sekitar seperti adanya: kecelakaan, tanah longsor, pemberhentian arus lalulintas mendadak di depan, dll.
  • Dinyalakan ketika hendak melakukan pengereman/pemberhentian mendadak pada lalulintas/jalan raya khususnya Jalan toll.
  • Digunakan ketika kendaraan terpaksa berjalan di luar jalan yang seharusnya.
  • Dinyalakan jika pada malam hari lampu belakang/depan kendaraan tidak menyala.
  • Digunakan pada saat mengemudi untuk hal yang bersifat darurat yang memerlukan perhatian lebih kepada pengemudi lain akan adanya prioritas untuk kendaraan tersebut.
  • Dinyalakan untuk kendaraan derek yang sedang menderek suatu kendaraan maupun kendaraan yang sedang diderek.
  • Digunakan saat kendaraan memungkinkan membahayakan kendaraan lain di jalan.
  • Digunakan saat mengemudi di daerah berbahaya (banjir, radiasi nuklir, lapangan penerbangan, jalan off-road, dsb).
  • Digunakan untuk kendaraan patroli, polisi/TNI, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan darurat lainnya dalam menjalankan tugas.

KESALAHAN PENGGUNAAN

  • Menggunakan saat hujan. Menggunakan saat hujan bukan hanya membuat silau, juga membuat bingung pengemudi di belakang karena saat lampu hazard dinyalakan, lampu sein tidak berfungsi karena tertutup lampu hazard. Saat hujan cukup dengan menghidupkan lampu utama.
  • Menggunakan lampu hazard sebagai tanda lurus di persimpangan. Ini dirasa kurang bijak karena, tanpa menghidupkan lampu sein (kanan/kiri) telah menandakan bahwa sobat akan bergerak lurus ke depan.
  • Menggunakan lampu hazard di lorong yang gelap. Ini dirasa tidak perlu digunakan, hanya akan membuat bingung dan silau pengemudi di belakang. Karena saat lampu senja atau lampu utama dinyalakan, lampu belakang sobat yang berwarna merah sudah cukup memberi tanda bahwa ada motor sobat di depan.
  • Menggunakan saat berkabut. Sama seperti diatas, sobat cukup menghidupkan lampu kabut (FogLamp) atau bila tidak ada, hidupkan lampu utama.

Mungkin sobat mau menambahkan? Kesimpulannya, fitur lampu hazard ini banyak sekali kegunaannya namun, sobat jangan sampai salah kaprah dalam penggunaannya. Bukan manfaat yang didapat, malah bisa merugikan dan jangan sampai membahayakan pengendara lain. By the way, motor sobat sudah pakai hazard apa belum?

See you 🙂

2 Balasan untuk “Jangan Salah Kaprah, Kenali Fitur Lampu Hazard dan Fungsinya”