PCX 150 Lokal Menurut FBY Pengguna NMax 155

Memang betul saya Fans Boy Yamaha atau yang biasa disingkat FBY, tapi kadar kemurnian FBY saya hanya sebatas selalu membeli motor Yamaha dari Vega-R, Jupiter-Z, Mio, Jupiter-MX, V-Ixion, Byson, GT-125 dan terakhir yang saya pakai saat ini adalah NMax 155. Tapi untuk berita saya tetap menulis artikel merek lainnya, mungkin kadar FBY saya belum murni 100%.

Sebenarnya tulisan ini sudah lama ingin saya share, dimana pada saat Hari Raya Idhul Fitri lalu saya bersilaturahmi kerumah teman istri saya. Suatu kebetulan teman istri memiliki New Honda PCX 150 buatan lokal berwarna putih, tentu saja kesempatan ini tidak saya siakan begitu saja. Kesempatan untuk melihat lebih jelas dan tes ride singkat berkeliling di area perumahan, sayangnya hujan gerimis terus mengguyur kota Batam sehingga tidak banyak running test dan foto yang bisa sayang dapatkan. Karena memang ini tidak direncanakan sebelumnya, semua tanpa persiapan dan hanya pakai sandal. Selain baju mulai lembab, saya kuatir akan tetesan air hujan membasahi smartphone. Disamping itu istri terlihat segan dengan kelakuan saya yang sibuk dengan motor, sementara yang lainnya bertingkah seperti manusia normal ketika berlebaran 😅.

Suami teman istri sebenarnya menawarkan untuk kembali mencobanya di lain hari, karena dia juga penasaran dengan Yamaha NMax saya. Tapi, sayangnya sampai saat ini istri tidak memberi ijin karena takut tulisan saya akan terlalu vulgar bila dibaca temannya 😂. Ya jadilah review apa adanya sebagai berikut :

DESAIN & FITUR

Saya harus akui desain body PCX baru ini lebih fres, secara keseluruhan garis desain sporty juga lebih didapat dibanding generasi terdahulunya. Ditambah dengan lampu full LED, Keyless Ignition System + lampu dan answer back system, konsol box berpenutup, Idling Stop System dan motor starter yang senyap saat menyalakan mesin yang membuatnya tampil semakin mewah. Namun sayangnya bagian depan yang terlalu lebar bahkan terkesan memaksa (IMHO) membuat tubuh kurus seperti saya seperti tenggelam dibuatnya, ukuran ban juga kurang greget dibanding lebar bodynya. Desain aduhai dari body belakang yang meruncing keatas, harus diakhiri dengan stoplamp melengkung ke atas dan kebawah membuatnya kurang matching. Tapi saat gelap, lampu belakang full LED-nya terlihat keren dan punya ciri khas. Pernah saya lihat beberapa kali dijalan, dan saya langsung bisa menebak kalau itu adalah PCX 150 lokal.

ERGONOMI & HANDLING

Saat riding dengan kaki selonjoran, saya merasa posisi setang lebih dekat dibanding NMax. Busa jok keras khas Honda, pantat orang kurus seperti saya terasa tersiksa saat menghantam lubang dan polisi tidur. Tingkat kekerasan bantingan shockbreaker belakang juga mirip dengan NMax saya, namun Honda PCX setingkat lebih lembut. Tapi NMax saya busa joknya lebih empuk dan nyaman daripada PCX lokal, dan saya merasa handling NMax lebih baik daripada PCX lokal. Mungkin karena suspensi dan ban NMax yang lebih lebar dibanding PCX lokal.

PERFORMA

Berkendara PCX lokal terasa nyaman untuk didalam perumahan, karena tenaganya yang lebih smooth. Lebih enak dibawa santai, tapi untuk rider yang terbiasa dengan NMax jangan terlalu banyak berharap saat ingin berakselerasi. Karena tenaganya lebih lemot dibanding NMax, tenaga mesin 155cc, 4 klep + VVA lebih terasa isi di setiap putaran selongsong gas. Dan saat hendak memaksa berakselerasi dengan cepat langsung menarik selongsong gas dengan dalam, terasa gejala “gredek” dibagian transmisi, tenaga mesin seperti tertahan. Namun saya belum tahu bagaimana tenaga motor ini saat dibawa jalan jauh untuk melihat tenaga puncaknya, mungkin lain kali bila ada kesempatan.

Ada yang penasaran dengan shock belakangnya?

See you 🙂

Tinggalkan Balasan