Pengen Punya Motor Baru : Pilih Beli Tunai Atau Kredit?

Banyak komentar atau opini lebih baik menabung daripada membayar cicilan bunga kredit yang dianggap besar. Namun, faktanya lebih banyak konsumen yang bisa memiliki sepeda motor dengan cara membayar kewajiban angsuran tiap bulan. Dan kalau kita bersikeras dalam teori lebih baik menabung berarti, kita mungkin melupakan aspek membesarnya pangsa pasar sepeda motor disini juga tidak terlepas dari peranan pihak leasing yang memberi pilihan jalan kredit untuk bisa mendapatkan sepeda motor yang baru.

Tidak ada salahnya, dan menabung juga adalah salah satu jawaban yang benar untuk bisa mempunyai sepeda motor yang baru. Namun, menabung bukan berarti membuat kita terlepas dari beban bulanan seperti kredit motor. Menabung juga harus rutin, misalkan berapa banyak yang harus kita tabung tiap bulannya agar dapat terkumpul sesuai dengan target waktu yang kita harapkan. Menabung juga mirip seperti kredit, perlu konsistensi agar nominal uangnya dapat dikumpulkan sesuai dengan harga sepeda motor yang kita inginkan. Bedanya adalah dengan menabung kita tidak perlu menambah dengan bunga kredit. Atau disaat tidak konsisten menabung, kita tidak perlu takut denda dan resiko disita leasing. Resiko tidak konsisten menabung tentunya akan semakin lama pula uangnya terkumpul.

Sebenarnya ada aspek yang kita lupakan kenapa pihak dealer memberi kita pilihan membeli secara kredit yaitu, agar konsumen yang uangnya belum mencukupi dapat dengan segera bisa membawa pulang kendaraan yang diinginkannya. Coba sobat bayangkan bila tidak ada metode pembelian secara kredit? Mungkin sobat hanya bisa menahan rasa ingin memiliki, sedangkan teman, tetangga atau bahkan keluarga sobat yang memiliki uang cukup dapat membawa pulang kendaraannya dengan cara pembelian secara tunai.

Mungkin sebagai contoh perbandingan antara Lamik yang melakukan pembelian secara kredit dan sobat yang memilih menabung terlebih dahulu. Lamik bisa segera membawa motor idaman walau tanpa membeli secara kontan, sedangkan sobat harus mengumpulkan terlebih dahulu uangnya. Disaat uang sobat terkumpul, kreditan motor Lamik pun sudah selesai. Lalu, apa kemungkinan yang akan terjadi kedepannya?

Disaat sobat baru ingin membeli motor tersebut, mungkin Lamik sudah menukarnya dengan motor keluaran terbaru lagi. Kalau sobat bersikeras ingin memuaskan hasrat dengan membeli motor keluaran lama tersebut, sobat mesti rela tertinggal. Kalau tidak ingin tertinggal, sobat mestilah merelakan hasratnya dan ikutan membeli motor keluaran terbaru. Namun ini hanya ilustrasi semata, banyak faktor yang mempengaruhi daya beli kita sebagai konsumen. Contohnya dalam 3 tahun ke depan sobat ingin atau sudah menikah, beban biaya hidup pasti mempengaruhi daya beli. Mungkin juga dalan 3 tahun ke depan ekonomi sobat semakin membaik, tanpa harus menabung terlebih dahulu sobat bisa membeli secara tunai.

Kalau ada uangnya, tentu lebih baik membeli secara tunai. Kalaupun memang uangnya belum cukup bagi sobat yang penyabar, tidak ada salahnya menabung. Dan bagi sobat yang belum mencukupi uangnya dan ingin segera memiliki motor idamannya, dengan cara kredit adalah salah satu jalannya. Dan ingatlah bahwa salah satu tujuan pihak dealer memberikan pilihan membeli secara kredit adalah untuk memudahkan sobat segera membawa pulang sepeda motor yang diinginkan.

Jadi, pilih beli secara tunai atau kredit? Pada akhirnya keputusan memilih membeli secara tunai atau kredit kembali ke pribadi masing-masing.

See you 🙂

Tinggalkan Balasan