Sebab Harley-Davidson Memilih Pindah Dari Amerika Serikat

Ada yang tidak kenal dengan pabrikan motor Harley-Davidson? Pabrikan sepeda motor yang bermarkas di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat ini didirikan sejak tahun 1903 oleh William S. Harley dan Arthur Davidson, dan sempat menjadi penghasil sepeda motor terbesar di dunia selama masa akhir perang dunia I sampai tahun 1928.

Sebagai motor yang sangat identik dengan motor asal Negara Adidaya tersebut, tersiar kabar mengejutkan bahwa Harley-Davidson akan hengkang dari kampung halamannya sendiri, Amerika Serikat. Benarkah demikian? Dan apa penyebabnya? Berikut berita sebenarnya yang saya rangkum dari berbagai sumber media.

Kebenaran berita hengkangnya Harley-Davidson dari Amerika ternyata hasil efek domino dari kebijakan dagang terbaru dari Amerika Serikat yang menaikkan tarif pajak barang Impor dari Uni Eropa, mendapat balasan serupa. Uni Eropa juga ikut menaikkan 25% tarif pajak barang produksi Amerika Serikat, dari 6% menjadi 31%.

Kenaikan tarif pajak 31% tersebut membuat kenaikan harga sepeda motor Harley-Davidson melambung sebanyak 1.882 Euro per unit, disaat Eropa menjadi pasar terbesar kedua mereka di dunia setelah Amerika Serikat. Dari total penjualan 242.000 unit sepeda motor diseluruh dunia, Eropa menyumbang 40.000 unit atau 27,02% dari total penjualan Harley-Davidson di Amerika, yakni 148.000 unit.

Untuk menghindari tarif pajak yang diperkirakan akan membuat kerugian sebesar USD90 hingga USD100 Juta pertahun, maka produk sepeda motor untuk pasar benua Eropa akan mereka pindahkan produksinya diluar Amerika Serikat. Adapun negara yang akan ditunjuk menjadi pabrik dari sepeda motor yang akan dijual di benua Eropa tersebut adalah Brazil, Australia, Thailand dan India.

Jadi sedikit mengerti bukan kenapa Yamaha dan Suzuki mendirikan pabriknya di Indonesia?

See you 🙂

Tinggalkan Balasan