Suzuki Tertarik Dengan Pasar Scooter Bongsor Buatan Lokal Daripada Sport 250cc?

Scooter matic bongsor sudah lama ada di pasar Indonesia namun, yang awalnya dijual dengan harga tinggi karena status import membuat pasar ini dulu menjadi bagian kecil dari market share sepeda motor roda dua tanah air. Adalah PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang menjadi pabrikan pertama kali menikmati lezatnya kue penjualan scooter matic bongsor yang laris manis dijual dalam dan luar negeri, karena langkah tepatnya memproduksi secara lokal. Setelah bertahun-tahun melenggang sendirian, langkah PT. YIMM kembali diikuti kompetitor. Wajar dong ya, namanya dunia bisnis. Lalu apa hubungannya dengan Suzuki? Apakah Suzuki juga tertarik?

Bertepatan dengan Acara Suzuki Bike Meet Batam 2017, Lamik berkesempatan bertemu dan berbincang dengan Yohan Yahya selaku General Manager Sales & Marketing Roda Dua PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS). Tentunya kesempatan ini tidak dapat disia-siakan begitu saja, rasa ingin tahu rencana apa saja yang akan diambil PT. SIS untuk kedepannya adalah termasuk daftar pertanyaan urutan pertama. Hasilnya? tanpa disengaja cukup mengagetkan!

Yang dimaksud tanpa disengaja yakni, kronologi awalnya adalah Lamik menanyakan perihal varian sport 250cc twin inline-cylinder kepada Yohan Yahya. Apakah PT. SIS ada rencana membawa atau memproduksi secara lokal? Hasilnya tentu jawaban diplomatis, semua perlu dicerna dan tidak bisa dijadikan acuan. Karena hal seperti ini adalah daerah “red zone”, tidak diperbolehkan untuk memberikan informasi rahasia untuk dikonsumsi publik.

“Kita telah melihat dan pelajari data penjualan matic yang semakin membesar, dimana perbandingannya adalah 70% matic dengan 30% sport. Sepertinya kita mungkin akan lebih tertarik dengan scooter matic” jawabnya.

Sayangnya beliau tidak mau menjelaskan scooter matic yang dimaksud, apakah skutik bongsor atau skutik sekelas Address. Dan beliau kembali menambahkan bahwa, semua kemungkinan masih dipelajari, semua penelitian dan keputusan adalah hasil kerjasama PT. SIS dan Suzuki di Jepang.

Kalau diingat lagi, sebelumnya sempat heboh pemberitaan tentang Suzuki Burgman 180. Ada Suzuki Burgman 125, kenapa tidak bikin yang 150cc? Kalau Burgman 200 apakah dirasa tanggung posisinya dibanding kompetitor? Makanya ada gossip Suzuki Burgman 180cc?

Jadi, menurut sobat apakah scooter matic yang dimaksud Yohan Yahya adalah scooter bongsor atau malah entry level scooter matic seperti Suzuki Address? Bisa jadi juga nantinya akan berubah hasilnya, namanya juga masih wacana. Mungkin akan Lamik lanjutkan di artikel lainnya.

See you 🙂

Tinggalkan Balasan