Tes Ride Yamaha LEXi 125 : Memang Pantas Disebut Baby NMax

Yess akhirnya pada hari Jum’at kemarin (25/5) saya berkesempatan menjajal keluarga baru MAXI Yamaha paling bontot (baca : bungsu) ini, sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada MD Yamaha Alfa Scorpii Batam Center khususnya Pak Amirudin Fahmi selaku Supervisor Marketing yang telah mengundang saya untuk mencoba Yamaha LEXi 125. Skuter matik Yamaha hasil pengembangan dari Yamaha Aerox 155 yang sama-sama menggunakan teknologi Blue Core yang irit bahan bakar dipadukan teknologi Variabel Valve Actuating (VVA) dengan 4 buah klep yang membuatnya bertenaga.

Gembar-gembor pemberitaan dari beberapa media cetak maupun online, serta para blogger yang telah terlebih dahulu mencobanya mengungkapkan tenaga dan handling Yamaha LEXi 125 adalah yang terbaik dikelasnya ini tentu membuat saya sangat penasaran. Inilah hasil tes ride Yamaha LEXi 125 tipe-S versi lamikgemini.com :

ERGONOMI

Kesan pertama kali yang saya rasakan adalah motor ini terasa ringan dengan bobot 113 Kg dibanding NMax saya dengan berat 127 Kg, walau secara kasat mata dimensi LEXi tampak 11-12 dengan NMax saat disandingkan.

Jok (tempat duduk) LEXi tidak hanya terlihat elegan dengan aksen jahitannya, busanya sangat empuk dan lebar. Posisi setang kemudi yang tinggi berpadu dengan area dek rata yang luas namun bisa membuat posisi kaki selonjoran seperti NMax, semakin membuat ergonomi berkendara terasa nyaman, sayangnya efek dari lebar jok membuat kaki saya harus jinjit.

Kesan desain big scooter matic semakin kental berkat posisi ergonominya, ditambah lagi dengan fitur-fitur premium seperti : lampu LED, lampu hazard, keyless ignition (tanpa anak kunci), rear sub-tank shockbreaker (shock tabung) dan speedometer full digital. Jujur saja, fitur-fiturnya membuat saya sebagai pemilik NMax menjadi iri loh.

PERFORMA

Rasa iri saya semakin menjadi, tidak perlu anak kunci dan cukup putar knob posisi on lalu tekan tombol start, mesin langsung hidup tanpa suara dinamo starter lagi. Emosi saya terpancing, adrenalin jadi naik karena kesal kenapa NMax saya tidak memiliki fitur seperti ini membuat saya lupa diri dan menarik dalam selongsong gas.

Lagi-lagi dibuat iri karena akselerasinya yang hampir mirip dengan NMax saya, merasa jalan raya lebar dan trek lurus panjang di Jl. H. Fisabilillah cukup sepi saya pun semakin menarik selongsong gasnya. Sesekali saya kendurkan dan kembali saya kencangkan lagi selongsong gasnya, sangat mirip NMax terasa tenaganya tetap isi disemua putaran mesin berkat kinerja VVA + 4 klep di dapur pacunya.

HANDLING

Performa rem depan cakram tidak perlu diragukan namun, karakter rem belakang tromolnya terasa lebih smooth.

Beruntungnya ada bundaran yang sedikit bisa mengeksplorasi handling LEXi saat ditikungan, dan hasilnya kembali membuat heran. Padahal shocknya cuma sebiji disebelah kiri, namun handlingnya tidak kalah dari NMax yang mengaplikasikan dual shockbreaker.

Sayangnya tes ride yang saya lakukan sejauh 22 Km ini tidak menemui kondisi macet dijalanan, dan sengaja tidak mengaktifkan fitur Smart Stop System (SSS). Next time saat libur kerja akan saya bawa unitnya untuk tes harian, agar bisa mengetahui konsumsi bahan bakar dan manuvernya saat membelah kemacetan.

Kesimpulannya :

Fitur, ergonomi serta performa mesinnya memang terbaik diantara scooter matic kelas 125 cc. Desainnya juga elegan khas motor big scooter matic, cocok untuk sobat biker dengan dana kisaran Rp 20 juta yang ingin memiliki scooter matic 125 cc anti-mainstream atau sudah bosan dengan penampilan scooter matic yang selama ini modelnya itu-itu aja terus yang beredar dipasaran. Si Sexy LEXi ini memang pantas diklaim sebagai baby NMax.

See you 🙂

5 Balasan untuk “Tes Ride Yamaha LEXi 125 : Memang Pantas Disebut Baby NMax”

    1. Odometer masih 4 km, saya sengaja agak lama panasinnya om.. kan saya bilang mirip om, bukan lebih baik dari NMax ✌️😂

Tinggalkan Balasan