Tips Agar Mesin Motor Lebih Awet dan Tetap Irit

Kebanyakan pemilik sepeda motor tentunya lebih mementingkan penampilan motor yang selalu tampil bersih dan kinclong, untuk urusan mesin biasanya menyerahkan sepenuhnya kepada bengkel. Memang betul dan tidak ada salahnya, servis dan pergantian oli maupun spare part yang cepat habis (fast moving) secara rutin membuat mesin lebih awet dan irit. Namun, tahukah sobat kalau kita bisa membuat umur mesin lebih awet dan bisa membuat komponen onderdil tidak cepat habis? Di artikel kali ini Lamik mencoba berbagi tips agar mesin motor lebih awet dan tetap irit.

Ada dua faktor penentu yang bisa membuat awet atau tidaknya mesin motor. Selain motornya, faktor utama sebenarnya ditentukan oleh perilaku pemilik atau pengguna motornya sendiri. Contoh kasusnya seperti ini, pergantian busi yang dianjurkan oleh pabrikan dalam jangka waktu 6 bulan atau bila telah menempuh jarak 18000 Km. Sedangkan busi motor sobat sudah tidak berfungsi lagi dan harus diganti sebelum waktunya, berarti ada yang salah dalam perilaku sobat berkendara atau memperlakukan dan merawat sepeda motornya. Berikut Lamik uraikan tips agar mesin motor lebih awet dan tetap irit :

– PEMANASAN MESIN : Menghidupkan mesin setelah motor tidak dioperasikan dalam waktu yang lama contohnya di waktu pagi hari, sebaiknya motor dipanaskan terlebih dahulu minimal dalam waktu 2 menit. Agar oli bersirkulasi dan sobat menjalankan motor dalam keadaan oli telah melumasi seluruh bagian mesin dengan sempurna. Tapi ingat, memanaskan motor terlalu lama malah membuat panas berlebih pada mesin motor. Karena dalam keadaan diam, mesin motor dan radiator tidak memperoleh terpaan angin untuk membantu menurunkan suhunya.

– SAFETY RIDING : Mengendarai sepeda motor dengan falsafah safety riding bukan hanya tentang memakai jaket, helm, sarung tangan dan sepatu. Tidak juga hanya dengan mengikuti rambu lalu-lintas, tapi juga cara kita berkendara dengan aman bisa membuat mesin dan onderdil motor jadi lebih awet dan tetap irit. Jaga jarak aman dan jalanan tidak membuktikan diri sobat sebagai pengendara yang handal atau pembalap jalanan, motor sebagai alat transportasi dan bukan sebagai alat pembunuh diri sendiri atau membunuh orang lain. Hindari hard breaking, naikkan/pelintir selongsong gas dengan perlahan dan jangan asal selap-selip. Agar menghindari beban berlebih pada kinerja mesin dan semakin awet juga irit.

– HINDARI GENANGAN AIR / BANJIR : Memang miris namun harus dijalani, jaman now yang serba canggih kita sebagai bikers harus menerobos genangan air dijalan saat/setelah hujan. Tapi tahukah sobat walau kita berhasil melewati genangan air, banyak kasus warna oli yang berubah seperti kopi susu padahal motornya tetap jalan dengan normal dan baru ketahuan saat ganti oli? Ternyata air berhasil masuk ke bagian mesin, dan ada yang sampai setang piston sampai bengkok karena nekat menerjang banjir. Bila terlanjur menerobos banjir, usahakan segera mengganti oli mesin.

– SELALU CEK BAGIAN VITAL MOTOR : Setelah faktor pengendara, sekarang kita beralih ke motornya sendiri. Beberapa bagian vital ini tetap harus diperhatikan karena mempengaruhi kinerja dan beban pada mesin motor. Cek, dirawat dan bila perlu segera diganti bila memang sudah tidak layak pakai.

  • Cek volume dan warna oli mesin.
  • Cek warna dan ukuran celah busi.
  • Cek volume air radiator.
  • Cek tekanan angin ban.
  • Cek kekencangan rantai, atau
  • Cek filter CVT (untuk matic).
  • Cek volume minyak rem (cakram).

Untuk caranya, sobat bisa lihat di buku panduan motornya yang didapat saat pembelian dari dealer. Wkwk.. Karena anjuran atau rekomendasi setiap merek dan type bisa berbeda dari pabrikan, usahakan selalu mengikuti anjuran yang sesuai dengan motor sobat. Semoga berguna..

See you 🙂

Tinggalkan Balasan